Amoplusmagz
“Virus” SQL Di Kalangan Komunitas Mobil “Virus” SQL Di Kalangan Komunitas Mobil
Amoplus Magazine - Nyatanya kini audio mobil tak hanya digandrungi oleh mereka yang memiliki hobi audio saja. Tapi mereka yang dahulunya hanya sekedar menjadi... “Virus” SQL Di Kalangan Komunitas Mobil

Ketika audio mulai digandrungi oleh mereka yang bergabung di komunitas-komunitas mobil.

Amoplus Magazine – Nyatanya kini audio mobil tak hanya digandrungi oleh mereka yang memiliki hobi audio saja. Tapi mereka yang dahulunya hanya sekedar menjadi penikmat pun kini mulai tertarik untuk bermain di bidang satu ini. Seperti yang kita tahu, komunitas mobil biasanya identik dengan kegiatan touring luar kotanya. Karena sering melakukan touring, mereka pun biasanya akan lebih rajin mengoprek sektor mesin dibandingkan dengan yang lainnya. Bahkan bisa dikatakan sangat jarang diantara mereka yang memperhatikan sektor audio di mobilnya.

Sebagian besar mobil angota komunitas biasanya masih menggunakan sistem audio standard bawan mobil. Namun beberapa ada juga yang merombaknya. Salah satunya seperti yang kami temui beberapa waktu lalu. Pamilik Xenia ini adalah salah seorang anggota DXIC (Daihatsu Xenia Indonesia Club). Awalnya ia tak begitu tertarik untuk merombak sistem audio di mobilnya. Tapi setelah melihat mobil kawannya yang sudah “jadi” akhirnya ia pun mulai tertarik untuk melakukannya

Hal pertama yang dilakukan oleh sang pemilik adalah mengganti head unit stadard bawaan mobil dengan head unit double din dari Pioneer. Head unit Pioneer ini dinilai memiliki fitur yang lebih bisa diandalkan. Selain itu dari segi desain juga penampakannya terlihat lebih modern. Karenanya sang pemilik langsung jatuh cinta pada produk tersebut. Untuk urusan penyembur suara, kini speaker depan pada mobil ini sudah diubah menjadi sistem 3 way.

Untuk area belakang, seperti yang dapat kita lihat telah dipadati oleh perangkat-perangkat audio. Yang terpasang di bagian ini diantaranya adalah sepasang speaker split, dua subwoofer, dan satu buah layar LCD. Meski perangkat yang menempati area ini terbilang banyak, tapi sang pemilik tidak sampai harus kehilangan satu baris bangku di bagian belakang mobilnya. Hal tersebut dikarenakan proses penataan perangkat di mobil ini dilakukan secara presisi, sehingga dalam hal ini tidak terlalu banyak space yang termakan oleh adanya perangkat-perangkat audio tambahan.

Munculnya mobil ini sebetulnya bisa dijadikan salah satu indikator, bahwa kini para anggota komunitas pun sudah mulai peduli dengan sistem audio yang mereka miliki. Keinginan untuk membuat mobilnya tampil beda itu ada. Tapi terkadang ada beberapa hal yang membuat mereka akhirnya harus kembali mengurungkan niatnya. Terlepas dari itu semua, kini anggota-anggota komunitas mobil sudah mulai banyak yang memberanikan diri untuk memodifikasi sistem audio di mobilnya. Bukan tak mungkin kedepannya akan ada sebuah kontes yang dikhususkan untuk mempertemukan anggota-anggota komunitas ini.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four − 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.