Amoplusmagz
Upgrade Stage III with Pandora VPR 6.6 Upgrade Stage III with Pandora VPR 6.6
Setelah dua stage upgrade dengan menggunakan Pandora VPR 6.6, masih ada banyak hal yang bisa dilakukan. Kini kita bahas kembali salah satunya. Upgrade Stage III with Pandora VPR 6.6

Setelah dua stage upgrade dengan menggunakan Pandora VPR 6.6, masih ada banyak hal yang bisa dilakukan. Kini kita bahas kembali salah satunya.

Kekurangan paling umum dari suatu sistem audio OEM yang terpasang di kendaraan adalah tidak adanya penghasil suara rendah. Speaker yang dipasang umumnya speaker fullrange dan paling ditambahkan sepasang tweeter saja. Meski fullrange, dan memang secara teoritis “mampu” menghasilkan suara dalam rentang frekuensi 20Hz sampai 20kHz, namun untuk frekuensi rendahnya sangat kecil intensitas suaranya. Alias bisa dikatakan nyaris tak terdengar dan tak terasa. Oleh karenanya setelah upgade stage II, di mana suara tinggi dan menengah sudah “dibereskan”, kini tinggal suara rendahnya.

Untuk suara rendah ini, kita tidak bisa lagi mengandalkan speaker standar. Kalaupun dipaksakan hasilnya sangat kurang maksimal dan tidak natural. Sebab yang namanya “dipaksa”, berarti kita menggunakan sesuatu, dalam hal ini driver woofer, di luar batas kewajarannya. Nah, untuk itu perlu adanya penambahan perangkat lagi yaitu subwoofer.

Dari pihak Venom Indonesia, selaku produsen Pandora, sudah mempersiapkan hal tersebut. Ada beberapa jenis subwoofer yang bisa dipilih dan digunakan sesuai selera dan kebutuhan. Yang pertama adalah subwoofer tipe VX 8PB yang ukurannya relatif kecil. Tipe ini cocok digunakan untuk mobil-mobil ukuran kecil, city car, LCGC. Penempatan di bagasi belakang, dengan volume mobil yang kecil sudah mencukupi untuk menghasilkan frekuensi rendah.

Beberapa Jenis Subwoofer

Yang kedua ada pilihan tipe VX 10PB, tipe ini bentuknya tipis, dengan box yang kuat dan kokoh. Biasanya tipe ini di tempatkan di kolong bangku depan. Bisa satu atau dua, tergantung selera. Sub ini selain menghasilkan suara rendah, getarannya cocok untuk efek yang membuat suasana lebih hidup.

Ketiga ada Venom Diabox. Kalau yang ini bentuknya sedikit lebih besar. Cocok untuk mobil yang mempunyai bagasi lebih luas. Umumnya di tempatkan di belakang. Ada dua tipe Diabox, satu harus menggunakan power amplifier (pasif) dan satu jenis lagi sudah termasuk power amplifier di dalamnya.

Kalau masih belum cukup, bagi yang suka suara rendah yang ekstra kencang, bisa digunakan subwoofer dengan box custom, dan tentunya tambahan power amplifier lagi.

Pemasangan Subwoofer dengan Pandora VRP 6.6

Untuk Pandora VPR 6.6, sudah dipersiapkan untuk penggabungan dengan subwoofer. Sudah disediakan kanal G dan H. Kanal ini outputnya adalah terminal RCA,   jadi wajib menggunakan subwoofer aktif atau tambahan power amplifier. Namun semua pengaturan tetap bisa dilakukan seperti crossover, time delay dan ekualiser. Karena itu pada subwoofer aktif atau power amplifiernya, bisa di set crossover pada posisi Low Pass Filter maksimum.

Settingan crossover pada Pandora dapat diatur sesuai dengan keperluan. Untuk sound quality bisa dipilih titik potong 40Hz sampai 50Hz. Tapi tergantung kebutuhan. Ekualizer juga tergantung respon frekuensi yang di dapat melalui RTA. Yang pasti banyak hal yang bisa dilakukan dari Pandora ini sehingga bisa di dapat suara sesuai dengan yang diinginkan.

Penutup

Sebetulnya hal yang bisa dilakukan melalui Pandora masih banyak lagi. Misal untuk semua driver, dapat dilakukan ekualisasi secara independent. Kemudian bisa juga diupgrade untuk penggunaan speaker sistem 3way secara full aktif. Tapi secara dasar, yang  sudah dijelaskan pada edisi 5, 6 dan 7 sudah mewakili dan bisa diaplikasikan. Selamat mencoba.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.