Amoplusmagz
Twin Concept On Mazda 2 & Honda HRV Twin Concept On Mazda 2 & Honda HRV
Amoplus Magazine - Mazda 2 dan Honda HRV sejatinya merupakan dua jenis mobil yang berbeda. Satu adalah jenis hatchback, dan satunya lagi merupakan SUV... Twin Concept On Mazda 2 & Honda HRV

Dua sistem serupa coba diaplikasikan di dua mobil yang berbeda

Amoplus Magazine – Mazda 2 dan Honda HRV sejatinya merupakan dua jenis mobil yang berbeda. Satu adalah jenis hatchback, dan satunya lagi merupakan SUV Crossover Mini. Keduanya memiliki penggemar yang terbilang banyak di tanah air. Salah satu sebab mobil ini banyak digemari adalah karena tampilannya yang nampak lebih sporty, dan juga modern.

Dari sekian banyak yang menggemari kedua mobil ini, diantaranya adalah pecinta car audio. Mereka yang merupakan pecinta car audio biasanya melakukan sedikit ubahan pada sektor audionya. Seperti yang dilakukan pada kedua mobil ini.

Meski keduanya berasal dari jenis mobil yang berbeda, namun untuk urusan audio mereka menerapkan konsep yang sama. Genre yang diusung adalah SQ. Bukan hanya konsep rombakannya saja yang dibuat sama, tapi untuk urusan perangkat pun keduanya sama-sama menggunakan perangkat lansiran Flux.

Pertama-tama kita akan membahas apa yang terpasang di Mazda 2 terlebih dahulu. Mobil ini dirombak oleh workshop Oto Variasi yang bermarkas di bilangan Serpong, Tangerang Selatan. Salah satu alasan pemiliknya memilih Mazda 2 untuk markas baru audionya adalah karena menurutnya mobil ini dinilai memiliki kontur dahsboard yang baik, potensial untuk membuat panggung yang baik di kabin depan mobil ini.

Pengisi suara di kabin depan Mazda 2 dihuni oleh komposisi speaker 3way dari Flux. Untuk pemasangannya sendiri sebetulnya hampir sama dengan pemasangan speaker 3way pada umumnya. Hanya pada bagian midrange posisinya sedikit dihadapkan ke arah atas, atau sedikit tidur. Komposisi seperti itu salah satunya dimaksudkan agar panggung terasa lebih wide. Komposisi seperti ini juga nampaknya diterapkan di HRV putih garapan Bronson audio. Pada HRV putih yang digarap Bronson, driver speaker yang digunakan juga berasal dari Flux. Jadi selain komposisinya yang sama ternyata drivernya pun sama-sama dari Flux, hanya serinya saja yang berbeda.

Di sektor penguat suara baik HRV maupun Mazda 2 keduanya sama-sama menggunakan dua amplifier 4 kanal dari Flux. 4 kanal dari amplifier pertama dipergunakan untuk mendrive tweeter dan midrange. 2 kanal dari amplifier kedua digunakan untuk menggerakan midbass, dan 2 kanal lainnya dibridged untuk subwoofer.

Untuk subwoofer pada Mazda 2 dan HRV ini keduanya sama-sama ditempatkan di bagian belakang, atau bagian bagasi. Lagi-lagi untuk pola pemasangannya sama, yaitu sama-sama ditanamkan pada space kosong di tempat bersarangnya ban serep mobil. Komposisi seperti ini selain menghemat space juga supaya area bagasi tidak terkesan sesak oleh perangkat-perangkat audio. Jadi bila komposisi seperti ini box subwoofernya ditanamkan ke bawah(space kosong pada ban serep), posisi subwoofer menghadap ke atas.

Head unit OEM pada Mazda 2 nampaknya masih dipertahankan oleh sang pemilik. Kabarnya head unit ini memang tak bisa dipisahkan dari sang mobil. Ia sudah terintegrasi, jadi bila dilepaskan atau diganti maka akan mempengaruhi sistem yang ada pada mobil itu sendiri.

Sementara Mazda 2 masih mempertahankan head unit OEM, HRV sudah beralih ke perangkat single din lansiran Pioneer seri P99RS. Head unit Pioneer yang satu ini memang dinilai memiliki kualitas reproduksi suara yang baik. Banyak pecinta car audio yang mengandalkannya untuk bertarung di ranah kompetisi. Salah satunya karena alasan tersebutlah head unit ini dipercaya untuk menggantikan head unit OEM pada HRV ini.

Secara keseluruhan konsep pemasangan audio yang diterapkan pada kedua mobil ini bisa dikatakan hampir “kembar”. Keduanya sama-sama dipasangkan dengan baik oleh kedua workshop, Oto Variasi dan Bronson Audio. Keduanya memiliki kualitas audio yang baik. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh masing-masing dengan sudah mampunya mereka merumahkan beberapa trophy juara ke workshop mereka masing-masing. Kedepannya bukan tak mungkin keduanya akan memboyong lebih banyak piala lagi ketika diikut sertakan dalam kontes-kontes car audio. Untuk itu kita nantikan saja bersama.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + ten =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.