Amoplusmagz
Stage II Setting Standar Pandora VPR 6.6 Stage II Setting Standar Pandora VPR 6.6
Bagi pembaca AmoPlus yang sudah menggunakan Pandora VPR 6.6 dan juga sudah membaca edisi 05, pasti sudah merasakan nikmatnya audio yang sudah di upgrade.... Stage II Setting Standar Pandora VPR 6.6

Adventure with Pandora VPR 6.6

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel pada edisi 05 2015. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca terlebih dahulu edisi tersebut.

Bagi pembaca AmoPlus yang sudah menggunakan Pandora VPR 6.6 dan juga sudah membaca edisi 05, pasti sudah merasakan nikmatnya audio yang sudah di upgrade. Kurang lebih sudah satu bulan setelah itu apa ada yang dirasakan kurang? Mungkin ya, mungkin juga tidak. Kepuasan sebelum minta “naik kelas”, bisa berlangsung cukup lama. Tapi kalau ada pembanding yang lebih baik, umurnya jadi pendek.
Memang bagi yang telinganya cukup peka ada sesuatu yang kurang dengan settingan standar pada edisi sebelumnya. Bukan masalah ekualiser atau time delay yang bisa dirubah dengan cepat. Tapi hal tersebut dikarenakan pemasangan audio standar OEM kendaraan yang tidak memikirkan hasil suara yang di reproduksi. Yang penting bunyi, dan hanya sekedar bisa “dinikmati”. Itu semua dianggap cukup.

Sistem standar pada settingan VPR 6.6 pada edisi 05 yang lalu, hasil maksimal dapat dirasakan kalau menonaktifkan speaker belakang. Sebab dengan cara tersebut, suara terfokus dari speaker depan, sehingga suara hanya berasal dari depan saja. Tapi masih ada yang terasa kurang “nyaman”. Yaitu bertumpuknya suara, khususnya suara menengah ke atas. Yang paling mudah dirasakan adalah suara vokal kadang masih terasa ada di bawah dashboard, padahal settingan time delay sudah paling maksimal.

Hal tersebut dikarenakan suara yang mengalir ke woofer yang terpasang di pintu tidak difilter. Tidak ada crossover pasif yang membagi sinyal suara yang mengalir ke woofer. Untuk tweeter memang diberi tapis berupa satu buah kapasitor, tapi hanya sekedar supaya tweeter tersebut tidak rusak.

Menggunakan Crossover Pada VPR 6.6

Pada Pandora VPR 6.6 sudah dilengkapi crossover independent untuk setiap kanalnya. Bukan hanya frekuensi cut off atau slope nya saja yang bisa di atur, jenisnya high pass, low pass maupun bandpass bisa dipilih. Intinya crossover yang sudah tersedia sangat lengkap, sayang sekali sudah ada fitur seperti ini tapi tidak digunakan.

Langkah pertama untuk melakukan hal tersebut adalah memisahkan jalur kabel yang mengalir ke dua driver yang terpasang. Jalur kabel standar dari head unit ke dekat speaker hanya satu jalur untuk masing-masing kanal. Jalur tersebut diparalel pada socket yang ada tepat di bawah driver tweeter yang ada di pojok pilar pintu.
Melepasnya tidak terlalu sukar. Cukup dengan menarik tutup tweeter ke arah depan. Ada empat kabel di bawahnya. Sepasang dari head unit dan sepasang lagi menuju woofer.

Untuk lebih memudahkan pengerjaan, doortrim bisa di buka. Pada Innova hanya ada dua sekrup yang harus dilepas lebih dahulu. Satu di handle pembuka pintu, satu lagi di penarik pintu. Kemudian lepaskan terlebih dahulu panel di mana terdapat tombol power window. Tarik ke atas, kemudian tarik ke arah muka untuk melepaskan bagian atasnya. Selanjutnya tinggal menarik lepas permukaan doortrim.

Setelah doortrim ini terbuka, kabel yang menuju ke woofer semakin jelas. Ada beberapa cara untuk menyambung kabel yang menuju woofer ini. Cara paling gampang digunting baik di atas ataupun di bawah yang dekat dengan driver woofer kemudian disambung dengan kabel baru. Tapi kalau mau tidak ada acara potong kabel, kabel yang ada pada socket yang di tweeter dapat diungkit lepas dengan menggunakan obeng minus kecil. Baru terminal yang sudah terlepas di sambung dengan kabel baru. Gunakan kabel yang mempunyai besar yang seimbang.
Langkah berikutnya adalah mengalirkan kabel tersebut dari pintu ke dashboard dan akhirnya ke VPR 6.6. Kabel bisa mengikuti jalur yang sudah ada, tapi kalau hanya untuk mencoba dahulu, kabel bisa di selipkan di salah satu sisi doortrim.
Pada VPR 6.6 masih tersisa kanal E dan F. Kanal ini bisa digunakan untuk jalur kabel woofer yang sudah dilepasakan dari tweeter. Kanal A,B, C dan D yang sudah terhubung dengan Pandora melalui kabel set nya biarkan terpasang.

Setting Crossover

Sesudah semua kabel terpasang, doortrim juga di pasang, langkah selanjutnya adalah setting softwarenya lagi. Untuk lebih mudahnya sebelum VPR 6.6 dihubungkan dengan laptop, settingan yang lama bisa dibuka dahulu kemudian dirubah.

Sekarang kanal A dan B digunakan hanya untuk tweeter yang menghasilkan frekuensi tinggi saja. Maka crossover di set ke highpass, titik potongnya bisa dipilih pada frekuensi 4500Hz dengan slope 12dB. Nilai ini tidak baku, masih dapat dirubah sesuai dengan telinga masing-masing. Tapi tidak bisa terlalu rendah, karena kerja tweeter memang hanya frekuensi tinggi saja.

Kanal E dan F yang tadinya tidak digunakan, kini merupakan kanal untuk driver mid. Untuk itu ada dua jenis crossover yang bisa digunakan. Bisa lowpass filter atau bandpass filter. Keduanya tersedia di VPR 6.6 ini. Untuk woofer standar dan penempatan standar, lebih baik digunakan bandpass filter, sebab frekuensi kerja woofer jadi bisa dibatasi. Titik potong yang kami dapatkan di frekuensi 100Hz untuk highpass nya, kemudian untuk lowpass nya di frekuensi 2500Hz. Slope nya 12dB. Nilai ini seperti juga di untuk tweeter tidak baku, semua masih bisa di rubah sesuai dengan selera. Nilai yang sudah di set awal ini disimpan dahulu berupa file di laptop.

Setting Equalizer

Untuk melakukan setting equalizer ini, harus dilakukan ketika sistem sudah diaktifkan dan laptop yang di dalamnya sudah ada software Pandora terhubung dengan VPR 6.6. Langkah pertama adalah mengupload settingan crossover dasar yang sudah dibuat sebelumnya.

Untuk setting equalizer langkah-langkahnya mirip dengan yang sudah dituliskan di artikel pada AmoPlus 05. Perbedaan nya kali ini, setting dapat dilakukan lebih spesifik. Untuk tahap awal bisa dengan cara menonaktifkan lebih dahulu kanal yang tidak di setting. Misalnya kanal E dan F lebih dahulu. Kanal A dan B adalah kanal untuk frekuensi tinggi jadi daerah frekuensinya juga demikian, lagi pula setting crossover juga sudah di setting untuk frekuensi 4500Hz ke atas.
Frekuensi yang terlalu tinggi dapat diturunkan dan karena kanal sudah dipisah, untuk tweeter ini dapat di turunkan penguatanya. Kami menurunkannya sebesar 3,5dB. Namun ini juga relatif, sesuai dengan kondisi dan juga selera.
Setelah kanal A B selesai langkah yang sama dilakukan untuk kanal E dan F nya. Awalnya kanal A dan B bisa di nonaktifkan terlebih dahulu, atau boleh saja jika langsung menggabungkannya sehingga suara terdengar dalam seluruh rentang frekuensi.

Setting Time Delay

Langkah yang dilakukan juga hampir mirip dengan yang sudah tertulis pada artikel sebelumnya. Untuk time delay ini bisa dilakukan untuk kanal E dan F terlebih dahulu, dengan menonaktifkan kanal A dan B. Dengan perlahan kanal F di delay sampai di dapat suara vokal tepat di tengah.
Kemudian kanal B dan E dengan menonaktifkan kanal yang lain. Lalu berikutnya kanal A dan B, di mana di sini yang di delay kalan A nya.

Gain/Attenuator

Salah satu fitur yang ada pada Pandora adalah pengaturan gain/attenuator. Pengaturan ini dapat dilakukan untuk semua kanal secara independent. Fitur ini dapat digunakan untuk mengatur kekuatan suara antar kanal. Sehingga suara yang didapat pada posisi yang diinginkan dapat diperoleh dengan kekuatan yang paling pas.

Yang pertama untuk sistem 2 way ini, keluaran yang menuju tweeter harus di turunkan agar suaranya tidak terlalu berlebih. Secara kuping, tujuannya agar telinga tidak menjadi cepat lelah. AmoPlus menurunkannya sebesar 3dB untuk tiap kanalnya.

Pada pemasangan standar OEM, arah speaker tidak langsung mengarah ke kuping, atau istilah kerennya “off axis”. Kalau diperhatikan dan juga di dengarkan, malah suara yang dari speaker sebelah kiri bisa terdengar lebih kencang dari yang kanan. Sebab arahnya lebih mengarah ke telinga. Kalau yang terasa seperti itu, speaker kiri bisa diturunkan gainnya. Baik untuk tweeter maupun mid woofernya.

Setelah semua sudah di setting, hasilnya bisa disimpan. Gunakan nama lain dan juga memori yang berbeda. Rasakan bedanya dengan settingan sebelumnya. Kini suara yang terdengar sudah dari atas dashboard, dengan staging yang baik. Seolah-olah ada speaker lain yang diletakan tepat di tengah dashboard. Masih kurang puas? Kita bahas di edisi berikutnya.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + 17 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.