Amoplusmagz
Qmax Sound Supercharger HD Qmax Sound Supercharger HD
Sebenarnya sederhana, setiap produk dibuat karena ada kebutuhan. Kebutuhan, ada karena sesuatu yang di rasa “kurang”. Seperti juga produk ini “Qmax Sound Supercharger HD”. Qmax Sound Supercharger HD

Amoplus Magazine – Produk kecil dan sederhana namun bisa membuat perbedaan.

Ini sebenarnya bukan produk baru, keberadaannya di Indonesia juga sudah lama. Jadi wajar juga banyak yang “mirip”. Bahkan bagi para DIY-er, mulai mencoba “membuatnya” sendiri. Seperti apa produk ini?

Sebenarnya sederhana, setiap produk dibuat karena ada kebutuhan. Kebutuhan, ada karena sesuatu yang di rasa “kurang”. Seperti juga produk ini “Qmax Sound Supercharger HD”.

Qmax Sound Supercharger HD

Seperti sudah disebutkan di atas, Qmax Sound Supercharger HD atau mungkin lebih enak disingkat Qmax HD ini produknya sederhana. Dimensinya kecil kira-kira setara dengan dua bungkus rokok. Buat orang yang biasa berkecimpung di dunia audio, bentuknya mirip dengan passive crossover standar. Casingnya dari logam dengan beberapa lekukan yang mirip dengan heatsink power amplifier.

Nah, yang ajaib, tidak ada terminal input maupun outputnya. Yang ada hanya seutas kabel kira-kira seukuran kabel 8 AWG dengan kepala socket yang bisa dihubungkan ke lighter (pemantik api). Di casingnya sendiri tidak ada tombol apapun, apalagi terminal lain. Hanya ada led indikator, yang bisa menyala merah dan hijau.

Dari situ terlihat bahwa penggunaan nya sederhana, yaitu di colok ke lighter (pemantik api) dan rasakan perbedaannya.

QMAX-2

Cara Kerja

Sebelum membahas mengenai cara kerja, kita bahas dahulu kenapa Qmax HD ini bisa ada di pasaran. Tentu memang karena ada “kekurangan”, dan kekurangan tersebut adalah pada urusan listrik yang menjadi pemasok perangkat elektronik termasuk audio yang ada di kendaraan.

Perlu diketahui juga bahwa hampir semua perangkat elektronik, terutama perangkat audio yang ada di kendaraan membutuhkan listrik DC (searah). Listrik tersebut dapat disupply dari baterai (aki) pada saat mesin mati. Tapi begitu mesin hidup, perannya akan sedikit berkurang. Di mesin ada sebuah alat yang disebut alternator. Alat ini diputar oleh mesin dan menghasilkan listrik AC, bukan DC lho ! Listrik ini tentu saja tidak sesuai untuk perangkat yang digunakan apalagi audio. Oleh karenanya ada yang disebut “penyearah” dan regulator. Fungsinya merubah arus listrik AC menjadi DC dan menjaga agar tegangannya lebih konstan.

Tapi tetap itu semua belum sempurna. Kalau dilihat pada osilloscope, akan terlihat gangguan-gangguan yang disebut “ripple”. Gangguan itu tidak terlalu berpengaruh terhadap perangkat kelistrikan yang umum seperti lampu, power window dan sebagainya. Tapi untuk audio, di mana yang diproses adalah sinyal suara, ripple tersebut akan memberikan gangguan.

Ada beberapa perangkat audio yang sudah dilengkapi dengan alat yang mengurangi efek tersebut, tapi banyak juga yang tidak. Kalaupun ada, banyaknya gangguan tersebut akan membuat perangkat audio bekerja ekstra keras untuk itu.

Oleh sebabnya jauh lebih baik gangguan tersebut dikurangi semaksimal mungkin oleh perangkat lainnya. Yaitu Qmax HD ini.

 

Perbedaan Qmax dengan Produk Lain

Secara logika tidak ada produk yang tidak bisa ditiru. Semua pasti bisa, asalkan ada  barang-barang mentah yang bisa digunakan untuk membuatnya.

Ada harga ada kualitas tetap berlaku. Tak terkecuali produk seperti Qmax HD ini. Mengenai perbedaan, yang pertama Qmax merupakan produk “premium”, bukan produk biasa yang dibuat dengan komponen biasa. Komponen yang digunakan dari pabrikan elekronika terkemukan di Jepang. Di mana nilai ukurannya akurat. Kadang untuk komponen elektronika ada toleransi, untuk Qmax, memilih toleransi yang paling kecil, sehingga hasil akhir yang diperoleh lebih terjamin.

Banyak alat seperti ini hanya dibuat untuk membersihkan listrik satu tingkat saja. Untuk Qmax sengaja dibuat bertingkat, sehingga hasil akhirnya listrik yang lebih bersih dari ripple.

 

Sound Test

Jujur saja, pertama kali kami melihat produk ini, apalagi ditambah dengan cara penggunaannya yang hanya di colok ke lighter, rasanya sangat-sangat meragukan. Tapi apapun produk yang dikirim akan kami coba.

Pertama kami coba alat ini di “darat”, bukan di mobil. Mungkin karena power supply dan aki yang digunakan terlalu baik, efeknya tidak terasa. Lalu kemudian kami coba langsung di mobil. Pertama kami perhatikan suara tinggi, tak terdengar perubahan. Lalu ke suara vokal, di sini baru ada perubahan. Suara yang tadinya mempunyai bobot yang berlebih, kini menjadi normal. Suara vokal yang “mengaung” kini jadi normal dan enak dinikmati. Kemudian kami perhatikan juga suara rendahnya. Pada frekuensi ini juga teras gebukan subwoofer sedikit lebih bertenaga. Tidak banyak, tapi ada perubahan.

Memang untuk yang menginginkan perubahan suara drastis alat ini tidak terlalu terasa. Tapi yang biasa mendengarkan suara dengan resolusi tinggi pasti akan menemukan perbedaannya. Yang pasti minimal alat ini bisa memperbaiki listrik yang ada. Listrik bersih dari ripple berarti meminimalkan gangguan. Bahkan mungkin gangguan yang lain yang belum terdeteksi oleh kami akan juga jadi hilang.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.