Amoplusmagz
Pioneer TS-W311D4 Pioneer TS-W311D4
Khas produk branded, TS-W311D4 terlihat dibuat sangat rapih dan presisi. Baik di sisi permukaan sampai bagian belakangnya terlihat demikian. Warna dominan yang dipakai adalah... Pioneer TS-W311D4

Subwoofer Pionner yang dirancang untuk para juara.

Amoplus Magazine – Pioneer di Indonesia sangat terkenal dengan head unitnya. Mulai dari harganya, merek branded Jepang, dengan harga yang sebanding dengan head unit non branded. Kemudian fitur nya yang melimpah sampai dengan kualitas dan teknologi tinggi untuk head unit papan atasnya. Saking terkenal head unitnya, mengakibatkan produk lainnya seakan tidak terlihat. Padahal Pioneer punya banyak sekali produk audionya, salah satunya adalah subwoofer double coil ini.

Khas produk branded, TS-W311D4 terlihat dibuat sangat rapih dan presisi. Baik di sisi permukaan sampai bagian belakangnya terlihat demikian. Warna dominan yang dipakai adalah hitam, terlihat mewah dan elegan. Tampak subwoofer ini ditujukan kepada pemakaian yang menikberatkan kepada kualitas tingkat atas, bukan hanya sekedar untuk konsumsi mata saja.

Basket sekilas terlihat seperti terbuat dari aluminium die-cast atau plastik pelat besi press dengan ketebalan yang pas. Rigid, kuat, tapi tetap ringan. Tidak seperti basket pada umumnya yang hanya merupakan tempat untuk memegang surround dan magnet, Pioneer mendesignnya sebagai juga sebagai pelindung magnet. Jadi hampir seluruh bagian lain subwoofer di”selimuti” oleh basket ini.

Umumnya konus dibuat dengan model yang kerucut yang polos, TS-W311D4 mempunyai disain yang atraktif dan menarik. Tidak seperti konus dan duskep pada umumnya. Yang juga terlihat berbeda adalah surround nya, tampak tidak terbuat dari rubber atau foam, tapi semacam vinyl yang kuat dan lentur, namun dari spesifikasinya tertulis bahannya adalah Dual Layer Fiber Reinforced Elastic Polymer.

Penampilan yang terlihat kekar dan mencerminkan kekuatan ditunjang dengan pemakaian coil sebanyak dua buah sekaligus dengan impedansi sebesar 4 Ohm untuk masing-masingnya. Terminal yang digunakn sistem pegas, di mana sistem ini paling mudah untuk pemasangan kabelnya. Namun secara harga, tentu paling mahal juga.

Test Product

Pada saat pengujian suara, subwoofer kami rangkai secara paralel untuk mendapatkan impedansi 2 Ohm, kemudian subwoofer ditempatkan dalam box sealed. Perangkat bantu lainnya adalah power amplifier Performa dan head unit Pioneer.

Greatest Hits of Basso kami putar sebagai lagu pembuka, dentuman tambur yang membahana dan bertenaga terdengar. Ada sedikit suara rendah liar yang mengikuti, jadi kami geser  subsonic filter yang ada di power amplifier ke titik potong yang lebih tinggi. Dengan memutar lagu yang sama kami dengarkan ulang, dan suara yang sedikit mengganggu tadi jadi hilang. Tampak penggunaan subwoofer ini dirancang untuk frekunensi yang tidak terlalu rendah.

Kemudian disk untuk test subwoofer yang berisi rekaman frekuensi rendah kami putar. Tampak TS-W311D4 mampu memberikan sumbangsih besar untuk kekencangan suara. Suara rendah yang terdengar sampai tiga lantai ke atas. Jadi memang terbukti kekuatan dari Pioneer TS-W311D4 ini, namun memang perlu power yang mempunyai tenaga yang cukup untuk menggerakannya. Power-power kelas AB dengan watt kecil sebaiknya tidak digunakan jika menginginkan performa maksimum dari subwoofer ini.

AmoPlus Lab.
Grafik impedansi yang di dapat dari pengukuran, memperlihatkan gambar yang mulus tanpa ripple. Jadi secara impedansi subwoofer ini tidak mempunyai cacat. Kemudian simulasi burst & decay memperlihatkan TS-W311D4 mempunyai kekuatan di frekuensi dibawah 50Hz, meski masih bisa bekerja sampai frekuensi 100Hz lebih

Spesifikasi

Size 12″
Max. Music Power (Nominal) 1,400W (400W)
Cone Composition IMPP Composite Cone
Surround Composition Dual Layer Fiber Reinforced Elastic Polymer Surround
Impedance 4 Ohms x 2
Frequency Response 20Hz – 125Hz (-20 dB)

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 11 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.