Amoplusmagz
Peredaman Tepat Guna Ala Asawendo Swissrianto Peredaman Tepat Guna Ala Asawendo Swissrianto
JAKARTA. Amoplus - Beberapa waktu yang lalu tim Amo kembali bertandang ke kediaman om Asawendo Swissrianto atau akrab disapa om Wendo. Beliau adalah salah... Peredaman Tepat Guna Ala Asawendo Swissrianto

JAKARTA. AmoplusMagz.com – Beberapa waktu yang lalu tim Amo kembali bertandang ke kediaman om Asawendo Swissrianto atau akrab disapa om Wendo. Beliau adalah salah satu dari praktisi audio yang sekaligus merupakan founder dari RAI (Rumah Audio Indonesia). Kiprahnya di dunia audio sudah ia mulai sejak era tahun 80an.

Pertama kali bermain audio di tahun 80an, om Wendo mengaku banyak bejalar tentang ilmu peredaman maupun akustik dalam mobil. Dari yang pernah ia pelajari faktor noise ataupun kebisingan itu bisa mengganggu kesehatan dalam jangka panjang. Karenanya untuk mereka yang bekerja di lingkungan yang cukup bising seperti pabrik atau lainnya, itu diwajibkan menggunakan head safety.

Dalam mobil sendiri bila tanpa menggunakan peredam tentunya kita akan mendengarkan banyak suara bocor, misalnya saja seperti suara mesin, suara kenalpot, atau suara-suara lainnya yang berasal dari luar. Dengan keadaan seperti itu tentunya kita ngobrol pun tidak akan merasa nyaman. Suara harus lebih keras supaya dapat terdengar jelas oleh lawan bicara. lain halnya bila mobil sudah dipasangi peredam. Suasananya akan lebih tenang dan senyap. dan bila sudah seperti itu rasa nyaman pun secara otomatis akan bertambah.

“Peredaman untuk mobil ini menurut saya sangat penting, kenapa? pada saat kita menerima mobil tuh kan biasanya dalam keadaan standard, nah kita kan mungkin butuh juga extra ketenangan terutama bagi saya yang lebih banyak bermain di car audio, jadi saya ingin dengar musik tuh lebih tenang, lebih senyap dan lebih bisa terprediksi karakter suaranya, peredaman ini sangat membantu untuk menciptakan kondisi tersebut seperti yang saya inginkan”, ucap Om Wendo.

Selain meredam suara, peredam itu ada yang sifatnya dapat meredam getaran juga. Masing-masing jenis ada peruntukannya. Seperti misalnya di kap mesin kita perlu peredam yang mampu menahan panas, karena posisinya kan dekat mesin jadi dia harus tahan panas. Di kap mesin Innova om Wendo sendiri saat ini sudah menggunakan peredam Noise Kill tipe NK01.  Peredam yang sifatnya untuk meredam getaran, biasanya ditaruh di firewall, terus di samping-samping. Ada yang khusus untuk doortrim, dia sifatnya untuk melembutkan suara mid low atau suara low frekuensi, di Noise Kill sendiri itu adalah seri NK18. Untuk peredam atap kita harus pilih yang seringan mungkin. Pada mobil om Wendo bagian ini menggunakan NK 10.

Idealnya peredaman dilakukan menggunakan bahan atau material berbeda yang dipasangkan secara tepat pada titik-titik tertentu. Hal tersebut dinilai lebih efektif dan efisien ketimbang hanya menggunakan satu jenis material tapi dilapis dingga beberapa kali. “Sebetulnya peredaman tak harus dilakukan secara menyeluruh pada mobil, karena bila seluruh bodi mobil dilapisi peredam tentu bobotnya pun akan semakin bertambah, baiknya pusatkan di bagian terpentingnya dulu, ada yang must to have ada yang nice to have. Yang must to have itu ada kap mesin dan pintu kanan kiri, kemudian kalau kita mau lanjutkan lagi itu adalah dari dashboard ke bawah, setelah itu bagian belakang, kemudian kalau itu masih dirasa kurang kita lanjut ke bagian spakbor, terakhir yang optional adalah atap”, ungkap om Wendo.

“Kalau kita bermainnya benar, kebisingan di mobil yang sudah diberi peredam biasanya akan berkurang antara 8-10db, itu dengan asumsi peredamanya dipasang di tempat-tempat strategis seperti tadi disebutkan. Kalau pasang peredamnya lebih baik lagi itu bisa turun lagi antara 10-12db. Kemudian yang istimewa kalo bisa mencapai 18db. Nah target saya sebenarnya saat menggunakan peredam Noise Kill ini cukup realistis, yaitu 10-12db. Pada tahap awal pemasangan turun 6db, waktu itu masih kap mesin dan pintu saja, tahap selanjutnya turun 4db lagi, waktu itu yang ditambahin bagian belakang dan pintu tengah samping, setelah itu mulai lagi pasang di atap dan spakbor, pada pemasangan tahap ketiga ini turun lagi 10 db, jadi totalnya 20db, ini tentu sangat mengejutkan bagi saya, karena diluar dugaan bisa melebihi ekspektasi, dan itu diukur dengan menggunakan perangkat profesional loh”, lanjutnya kembali.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.