Amoplusmagz
Prosesor Venom Pandora VPR MKII Prosesor Venom Pandora VPR MKII
Prosesor ini termasuk produk kelas atas, kalau dipandang dari segi fungsinya. Semua yang tertulis di atas disediakan, independent pula.bentuknya relatif kecil, ukurannya hanya setengah... Prosesor Venom Pandora VPR MKII

Mobil adalah tempat untuk mendengarkan audio yang paling tidak ideal. Untuk membuatnya lebih sesuai perlu dilakukan berbagai cara, salah satunya menggunakan prosesor.

Amoplus Magazine – Prosesor ini termasuk produk kelas atas, kalau dipandang dari segi fungsinya. Semua yang tertulis di atas disediakan, independent pula.bentuknya relatif kecil, ukurannya hanya setengah dari power amplifier 4×60 Watt. Ada tiga macam input yang disediakan, rca stereo, digital optik dan hi input yang dapat dihubungkan langsung dengan head unit oem yang tidak punya keluaran rca. Jadi apapun sumber audionya Pandora sanggup mengolahnya.

Mengenai kanal keluaran, disediakan delapan kanal output. Tatanan 3 way plus dua subwoofer dengan mudah dapat diatur dengan seksama. Pengaturan yang sudah dilakukan dapat disimpan pada memory yang sudah disediakan. Ada sepuluh memory yang tersedia yang memungkinkan pengguna dengan mudah memilih mana setting yang akan digunakan.

Untuk memudahkan pemilihan sumber suara, pengaturan volume atau pemilihan memory disediakan sebuah mini controller yang dapat dengan mudah disisipkan agar mudah dijangkau.

Itu saja hal-hal yang terlihat mata yang ada pada Pandora. Untuk “melihat” nya secara keseluruhan diperlukan perangkat lunak berupa komputer. Bisa PC, tapi mungkin untuk lebih mudahnya sebuah laptop yang lebih mudah di bawa-bawa.

Inside Pandora Program

Untuk prosesor ini AmoPlus tidak melakukan pengukuran outputnya, karena alat ini tidak dilihat secara kemampuannya untuk menaikkan sinyal suara tapi lebih kepada untuk melakukan pengaturan suara. Sebuah laptop yang sudah diinstal program untuk Pandora kami gunakan. Program ini disediakan dalam box yang memuat unit Pandora, beserta kabel konektor USB dan mini controller beserta kabelnya.

Tampilan awal adalah pemilihan mode ekualiser. Pilihan pertama yang biasa dipakai untuk penggunaan dua pasang speaker  dan sepasang subwoofer. Pada mode ini bisa di set 31 band dengan frekuensi 20Hz-20kHz untuk kanal A sampai F, sedang G dan H nya 11 band dari 20Hz-150Hz. Sedang pilihan kedua yang biasanya digunakan untuk pengaturan 3 way,  A sampai D 31 band 20Hz sampai 20kHz, E dan F 11 band 50Hz sampai 500Hz, terakhir G dan H 11 band, 20Hz sampai 150 Hz. Pada pilihan kedua ini kanal A sampai D bisa digunakan untuk speaker fullrange atau paduan dari tweeter dan midvokal. Kanal E dan F untuk midbass dan dua terakhir untuk subwoofer. Di awal ini, pengguna juga dapat memilih untuk mengambil atau melihat settingan yang ada pada memory Pandora.

Setelah dipilih tampilan setting dari Pandora akan terlihat. Disini semua pengaturan yang dimungkinkan akan terlihat, mulai dari pengaturan Gain, Delay dan phase, Crossover (high pass, low pass ataupun bandpass). Slope (kecuraman) dari filter juga dapat diatur, mulai dari 6 dB/oktaf sampai 48dB per oktaf. Untuk ekualisernya, selain naik dan turunnya suatu frekuensi, Q Factornya bisa diatur juga. Grafik yang diperoleh untuk pengaturan disajikan langsung pada jendela sebelah tengah.

Untuk melakukan setting dengan prosesor, wajib menggunakan perangkat bantu berupa RTA, Real Time Analyzer yang berfungsi “melihat”  sinyal suara dan sebuah rekaman pink noise yang di putar pada perangkat yang akan di setting.

Setelah dipilih tampilan setting dari Pandora akan terlihat. Disini semua pengaturan yang dimungkinkan akan terlihat, mulai dari pengaturan Gain, Delay dan phase, Crossover (high pass, low pass ataupun bandpass). Slope (kecuraman) dari filter juga dapat diatur, mulai dari 6 dB/oktaf sampai 48dB per oktaf. Untuk ekualisernya, selain naik dan turunnya suatu frekuensi, Q Factornya bisa diatur juga. Grafik yang diperoleh untuk pengaturan disajikan langsung pada jendela sebelah tengah.

Untuk melakukan setting dengan prosesor, wajib menggunakan perangkat bantu berupa RTA, Real Time Analyzer yang berfungsi “melihat”  sinyal suara dan sebuah rekaman pink noise yang di putar pada perangkat yang akan di setting.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.