Amoplusmagz
Matching, Instalasi dan Setting Perangkat Car Audio Matching, Instalasi dan Setting Perangkat Car Audio
Ini pondasi dan struktur sound syatem mau di home audio, car audio maupun pro audio dll semuanya wajib memper­hatikan kesesuaian antara input dan output... Matching, Instalasi dan Setting Perangkat Car Audio

Apa itu? dan mengapa sebaiknya jangan pernah kita anggap remeh.

Ada 5 hal yang mutlak harus diperhatikan dalam setting

  1. Gain setting

Ini pondasi dan struktur sound syatem mau di home audio, car audio maupun pro audio dll semuanya wajib memper­hatikan kesesuaian antara input dan output antar perangkat audionya agar tercapai optimum Gain Setting.

Contoh kasusnya sebagai berikut

Under input misalnya input power 2,5 Volt dan output pre­amp 1,8 Volt maka meskipun gain sudah mentok tapi suara akan terdengar kurang lepas dan kurang greget karena ada perbedaan input dengan outputnya. Kesannya seperti tertahan, berkabut dan informasi suara tidak tersampaikan.

Over input misalnya inputnya power 2 volt sedangkan outputnya preamp 4 Volt. Jika dipaksakan maka suara akan terdengar pecah, distorsi meningkat drastis dan sound qualitynya menurun jauh.

Optimum misalnya input dan outputnya sinkron sama sama 2,5 volt maka suaranya akan open, dynamic dan informasi lebih tersalurkan secara utuh.

Yang harus diingat adalah faktor matching antat perangkat diantaranya juga dipengaruhi oleh hal ini.

  1. Crossover setting

Pastikan bahwa anda mempergunakan loudspeaker (branded/diy) yang sudah diset secara optimal. Tanda tanda speaker diset secara optimal adalah suaranya membentuk point source dan seimbang antara high, mid, lownya. Jika tidak maka bisa jadi masih ada PR di crossovernya.

  1. Phase and time setting

Ini terkait dengan placement dan gain/level matching. Ini salah satu syarat utama membentuk sound stage dan imaging yang solid. Perhatikan bahwa pada rekaman yang bagus informasi tentang sound stage dan imaging ini sudah diinput oleh sound engineernya. Jadi apabila direproduksi dengan benar maka stereo yang dihasilkan akan memben­tuk ilusi 3 dimensi yang namanya stereo sonic holographic.

Sekali kita mendengarnya maka sulit kembali kepada re­produksi stereo yang biasa biasa saja.

  1. Tonal Balance setting

Ini untuk lebih menyeimbangkan suara dengan keseluru­han perangkat termasuk ruang dengar yang tersedia. Bisa dengan gonta ganti tabung amplifier, gonta ganti cable, pengaturan equalizer (atau DSP), geser geser loudspeaker/furniture, pemasangan diffusor, absorber, reflector dll.

  1. Listener setting

Nah kalau yang ini adalah preferensi selera pribadi. Maksudnya adalah ketika semua hal teknis sudah diukur, dihitung dan dieksekusi dengan baik, tibalah kita pada masalah selera. Misalnya ada yang senang lownya diboost, midrangenya dibuat megah atau highnya dibuat berdenting. Semuanya sah sah saja sepanjang masih mempergunakan akal sehat tentang suara yang dihasilkan.

Ketika semuanya sudah dilakukan jangan lupa didengarkan. Biarkan diri kita mengalir masuk ke dalam reproduksi musik nan mempesona….

Asawendo (Rumah Audio Indonesia)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 − 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.