Amoplusmagz
Jenis-Jenis Enclosure Subwoofer Part 2 Jenis-Jenis Enclosure Subwoofer Part 2
Power rating Seringkali penulis menerima pertanyaan apakah power A cocok dengan speaker B dan sebaliknya. Sebenarnya intinya adalah sesuaikan dengan parameter dari pabrikannya contohnya subwoofer... Jenis-Jenis Enclosure Subwoofer Part 2

Jenis-Jenis Enclosure Subwoofer Part 2

  1. Power rating

Seringkali penulis menerima pertanyaan apakah power A cocok dengan speaker B dan sebaliknya. Sebenarnya intinya adalah sesuaikan dengan parameter dari pabrikannya contohnya subwoofer yang dirancang untuk menerima daya nominal 150 watt rata-rata 300 watt dan maksimum 500 watt pada 4 ohm akan aman diberikan daya sebesar 500 watt RMS.

Perhatikan juga impedansi amplifier dan konfigurasi subwoofer apakah seri, pararel atau konvensional. Salah dalam mengumpan daya ke subwoofer akan berakibat subwoofer dan atau amplifier hangus terbakar. jadi hati2 dalam hal ini, keselamatan adalah hal yang utama.

Beberapa power monoblock kelas D dan AB bertugas dengan baik untuk mengangkat subwoofer. Beberapa power yang bagus untuk mengangkat Subwoofer.

Jangan lupa kabel power dan Speaker serta RCA harus memenuhi kualifikasi khusus. Upayakan mengenai kabel power dan kabel speaker untuk subwoofer memakaii kabel ukuran AWG  besar yang mampu dipergunakan. Mengingat daya sound system terbesar berada di Subwoofer

  1. Keselarasan Phase, Gain dan Cutting Crossover

Subwoofer harus selaras phasenya dengan midbass dan speaker lainnya yang berada di depan. Cara settingnya adalah dengan mempergunakan tools seperti impulse response.

Cara manual dan sederhana bisa dengan memastikan terlebih dahulu midbass kanan dan kiri in phase tanpa menyalakan subwoofer, selanjutnya coba putar balance ke kanan dan dengarkan dengan wajah menatap ke kaca sebelah kiri dan nyalakan subwoofer. Jadi seolah2 speaker subwoofer jadi speaker kiri dan midbass jadi speaker kanan. Suara bass seharusnya terdengar mantab. Jika tidak maka balik phase subwoofer. Bass terkuat itu yang in phase dan bass yang lemah itu yang out of phase.

Setel gain seolah2 antara subwoofer dengan midbass itu menjadi satu kesatuan (blending) jangan sampai gain subwoofer di setel berlebihan karena itu akan menghasilkan exaggerated bass yang tidak natural. Kecuali kalau preferensinya memang SPL.

Yang harus diingat adalah pada saat cutting crossover upayakan menghilangkan beban bass rendah pada midbass. Artinya janganlah midbass dipaksa turun ke 35Hz. Itu jelas tugas subwoofer.  Dengan kita cutting tinggi maka suara midbass akan lebih clean dan clear dan justru akan membuat suara keseluruhan lebih bersih dan berkualitas.

Subwoofer juga akan optimal ketika kita jadikan dia perpanjangan dari midbassnya. Artinya levelnya proportional. Tidak dominan suaranya tapi terasa getaran yang rendah dan dalam.

Oh iya kalau setting subwoofer tepat maka ambiance keseluruhan system akan meningkat dan kesan megah dapat terbentuk terutama untuk musik2 full orchestra

Pada tingkat eksperimen yang lebih jauh kita bisa membuat servo controlled subwoofer. Yang akan membuat suara sub semakin berkualitas karena simpang getar subwoofer akan dikontrol penuh oleh servo dan distorsi menurun drastis. Kekurangan system servo adalah relatif rumit dan mahal.  Silahkan kalau mau mencobanya

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.