Amoplusmagz
Horn Tweeter Venom VX-HT Horn Tweeter Venom VX-HT
Kehadiran tweeter besar di kabin depan selalu mengundang perhatian. Tapi harus diperhatikan segala sesuatunya, tidak semua tweeter besar cocok di tempatkan di depan. Horn Tweeter Venom VX-HT

Kehadiran tweeter besar di kabin depan selalu mengundang perhatian. Tapi harus diperhatikan segala sesuatunya, tidak semua tweeter besar cocok di tempatkan di depan.

Amoplus Magazine – Beberapa tahun yang lalu, trend penggunaan tweeter besar sangat marak. Belum gaul kalau belum pakai tweeter  tersebut. Memang di Indonesia pasang speaker besar ukuran berapa pun tidak ada masalah dengan peraturan lalu lintas. Apalagi kalau hanya tweeter ukuran 4 inci.

Venom VX-4-HT Tweeter ini tergolong tweeter besar, ukuran permukaannya 4 inci. Magnetnya sendiri juga berukuran besar yaitu 2,75 Inci. Secara ukuran sangat wajar kalau tweter ini digunakan di kabin depan. Tapi jika diteliti lebih jauh, meski permukaannya terlihat rata, bentuk tengahnya menyerupai terompet dan di tengahnya ada kerucut yang bisa memfokuskan suara. Nah, dari fisik itu tweeter ini masuk ke dalam jenis “horn tweeter”.

Tweeter jenis ini, meski ukurannya sama dengan tweeter besar yang biasa dipakai di atas dashboard, tapi peruntukkanya berbeda. Kalau memang mau, secara penempatan sah-sah saja. Tapi coba dibunyikan, dijamin telinga akan merasa sesuatu yang lain.

Di era SQL, di mana diperlukan kekuatan suara, tapi tetap mempunyai detail yang bisa di dengar meski di dengarkan dari jarak jauh, horn tweeter menjadi salah satu solusi. Buang jauh-jauh image suara yang mellow, suara yang sayup-sayup, horn tweeter akan memberikan suara yang lantang dan tegas. Detail suara tinggi akan teta terdengar tak tersapu oleh jarak udara yang cukup jauh.

Maka meski lagi-lagi produk ini tidak terdapat di website resmi Venom, tapi tetap eksis sebagai produk yang dapat diandalkan untuk SQL.

Sound Test

Sebuah tweeter Venom VX-4-HT sudah dilengkapi sebuah kapasitor yang berfungsi sebagai filter standar dan sekaligus pengaman. Namun untuk membuatnya bekerja dengan sempurna, apalagi untuk kontes, penggunaan prosesor menjadi wajib hukumnya. Pada test kali ini kami menggunakan prosesor Venom Pandora VPR-1 MkII, yang mengatur sinyal sebelum diumpankan ke power amplifier.

Beberapa lagu kami putar tanpa mengatur ekualisasi dari Pandora. Dari jarak sekitar sekitar satu meter suara yang terdengar agak kasar, meski memang sangat lantang dan power full.  Wajar, memang tweeter ini tidak di desain untuk di dengar dengan jarak yang sangat dekat.

Kemudian kami coba lagi dengan jarak empat meter dan di luar ruangan plus di tambah dengan speaker midbass ukuran 6”. Untuk jarak yang cukup jauh, suara tetap terdengar dengan kerjernihan yang baik dan tenaga yang baik. Malah untuk jarak ini tampak midbass kami, yang bukan spesifikasi untuk SQL, tampak kedodoran. Detail midbass menjadi kurang jelas.

Sebagai pembanding kami juga mendengarkan kembali di mobil yang kali ini menjadi cover AmoPlus. Di mobil tersebut sistem yang terpasang terdiri dari dua pasang midbass, sepasang tweeter dan sepsang subwoofer. Pada mobil ini, prosesor Pandora digunakan secara maksimal. Hasil suara yang terdengar dari tweeter memiliki clarity yang baik, tegas dan jelas, meski di dengar dari jarak yang jauh.

Jadi memang horn tweeter ini cocok untuk SQL, tapi rasanya perlu dipikirkan lebih lanjut jika ingin menempatkannya di atas dashboard untuk memainkan lagu-lagu sound quality. Yang penting kita tahu dengan pasti jenisnya sehingga tidak salah dalam penggunaan.

AmoPlus Lab.

Pengukuran yang menghasilkan grafik burst & decay memperlihatkan bahwa horn tweeter Venom VX-4-HT mempunyai daerah kerja yang lebar. Dari frekuensi 4kHz sampai 20kHz terlihat bisa bekerja dengan baik. Bahkan diatar 20kHz juga masih bisa bekerja meski intensitasnya menurun.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 − 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.