Amoplusmagz
Alpine PXA-H800 + Alpine RUX-C800 Alpine PXA-H800 + Alpine RUX-C800
Kehadiran prosesor, membuat menyelesaikan problem suara di dalam mobil menjadi lebih mudah dan nyaris instan. Namanya teknologi, kadang tidak semua orang bisa mempelajarinya dengan... Alpine PXA-H800 + Alpine RUX-C800

Alpine PXA, tidak sekedar prosesor sound quality.

Amoplus Magazine – Sebelum ada yang namanya prosesor, untuk menyajikan suara dengan lebih baik di dalam mobil digunakan berbagai cara kovensional. Seperti menggunakan phase shifter untuk mendelay suara, crossover passive dengan komponennya yang njelimet, sampai dengan penggunaan berbagai macam bahan material yang kadang ajaib. Sampai sekarang-pun masih banyak yang menggunakan cara tersebut, karena dianggap mempunyai suara lebih natural. Atau ada juga yang menyebutnya lebih analog.

Kehadiran prosesor, membuat menyelesaikan problem suara di dalam mobil menjadi lebih mudah dan nyaris instan. Namanya teknologi, kadang tidak semua orang bisa mempelajarinya dengan cepat dan sempurna. Perlu mempelajari  manual book dan menggunakan alat ukur yang sesuai.

Dari sebelum tipe 800 ini, prosesor bermerek Alpine sudah sangat terkenal di blantika dunia audio mobil di Indonesia, khususnya di ranah sound quality. Bahkan sampai ada anggapan : “Belum sq kalau belum pakai prosesor Alpine”. Harganya memang tergolong mahal, tapi hasil yang di dapat sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.

Ketika terdengar kabar bahwa tipe lamanya tidak akan di produksi lagi, pemain sound quality sempat galau. Tapi ternyata Alpine mengelurakan lagi tipe barunya yaitu PXA-H800 ini.

PXA-H800 dan RUX-C800

Secara penampilan banyak perbedaan yang ada di banding pendahulunya. Penggemar tombol yang banyak pada kontroller akan kecewa. Tampilan RUX-C800, lebih ke arah hi-end, yang memiliki ornamen yang sedikit. Namun secara keseluruhan penampilnannya terlihat lebih mewah.

PXA nya sendiri juga terlihat lebih mewah, dengan warnanya yang hitam, ditambah lampu biru di bagian tengahnya. Kalau dulu bisa dikatakan PXA ini sering disembunyikan karena penampilannya terlalu sederhana, kini seolah menjadi wajib diperlihatkan.

Mengenai terminal, kini terminal input yang ada lebih disederhanakan, yang dirasa jarang digunakan ditiadakan. Tapi kalau dilihat sekilas, atau bagi yang belum pernah menggunakan tipe sebelumnya, H800 ini sudah memiliki lebih dari cukup untuk terminal input. Ada enam terminal input RCA, dua Ai-Net dan dua digital optic. Outputnya ada delapan kanal terminal RCA, yang ditulis ch1 sampai ch8.  Pada pendahulunya meski tersedia delapan kanal, tapi ada satu kanal yang ditulis center dan satu lagi subwoofer. Jadi kini pengguna lebih dibebaskan untuk memilih penggunaan output yang ada.

Fitur yang ada untuk PXA-H800 ini sungguh beragam. Sebagai prosesor tentu dilengkapi dengan crossover, time delay (time alligment) dan juga equalizer.

Crossover

Pada PXA-H800 terdapat crossover dengan pilihan slope dari -6dB sampai -36dB. Cut-off frekuensinya dapat dipilih, tapi ditentukan besarannya. Yang memudahkan, untuk pengaturan dapat langsung men”drag” dan”klik” dari komputer. Atau bisa juga dengan bantuan RUX-nya.

Time Delay

Pengaturan time delay pada PXA dapat dilakukan hingga dua angka di belakang koma dengan kelipatan 0,05 detik. Tapi ada juga jendela untuk satuan centi meter atau inci, jadi yang terbiasa dengan satuan tersebut tetap dimudahkan.

Equalizer

Ada dua pilihan eq, satu grafik 31 band, dan parametrik 10 band. Pengaturannya bisa independent atau di grouping per dua kanal. Khusus untuk subwoofer band yang disediakan hanya untuk frekuensi rendah saja. Grafiknya hanya 10 band, dengan frekuensi 160Hz ke bawah, sedang untuk parametriknya diberikan 5 band dengan frekuensi di bawah 200Hz.

Itu semua adalah fitur utama yang biasa dan umum dipakai untuk keperluan sound quality. Namun sebenarnya ada fitur unggulan yang tidak kami temukan pada prosesor lain, yaitu settingan untuk car theater.  Pada PXA, yang dari jaman pendahulunya, sebenarnya di desain untuk keperluan tersebut. Terlihat dari adanya output untuk speaker center. Untuk tipe H800, outputnya tidak ditulis demikian lagi, tapi fitur-fiturnya tetap ada. Speaker center tetap bisa digunakan, ditambah adanya decoder dolby ProLogic II dan Euphoni, di mana sistem bisa membuat masukkan sinyal suara stereo 2 kanal, menjadi 4.1 atau 5.1 kanal. Belum lagi kalau memang DVD yang diputar audionya sudah multi track, hasil suara real surround bisa di hadirkan di dalam mobil.

Fitur lain yang mungkin hampir tidak dipakai namun ada dan bisa membantu adalah Automatic Measurentment, di mana di dalamnya ada auto tc, imprint eq, dan road eq. Penggunaannya untuk memudahkan setting pada audio standar. Untuk auto tc dan imprint aplikasinya agak sulit, perlu kondisi yang benar-benar hening, yang sulit di penuhi di Jakarta ini. Dahulu kami pernah mencoba, namun hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Jauh lebih baik setting secara manual. Road EQ sebenarnya juga membantu, untuk membuat settingan eq yang di padukan dengan kebisingan suara pada saat kendaraan berjalan. Namun kalau menurut kami, jauh lebih baik menggunakan peredam dan menggunakan ban yang tidak berisik dari pada menggunakan fitur ini di Indonesia.

Sound Test

Untuk melakukan sound test ini kami menggunakan perangkat bantu head unit Alpine, power amplifier Mosconi dan dua set speaker Flux 3 way. Pada rekaman film terdengar suara surround yang sungguh baik. Terdengar seperti benar-benar ada di theater dalam skala kecil. Suara tidak belang, detail yang luar biasa.

Kemudian mode kami rubah ke mode stereo plus subwoofer. Vokal yang tegas, jelas dengan staging imaging yang baik bisa tersaji dengan apik. Secara tonal, kami lebih menyukai settingan ala sound quality ini. Sebab suara memang difokuskan di depan.

Secara keseluruhan Alpine PXA-H800 adalah prosesor yang sangat handal. Bisa digunakan dan sebetulnya harus digunakan untuk dua kegunaan, stereo sound quality dan car theater. RUX yang ada juga sangat membantu untuk melakukan setting yang cepat, tanpa perlu lagi membuka laptop, setting sudah dapat dilakukan. Efisien dan mudah. Kemudian enam preset memory yang bisa digunakan untuk menyimpan settingan baik sq maupun car theater dengan sweet position yang berbeda-beda, sungguh merupakan fitur yang membuat pengguna awam dimanjakan.

Spesification

  • 31-band Graphic EQ per channel (front L/R, rear L/R, centre, subwoofer: 10-band), Gain -12dB to +12dB
    • Parametric EQ (front L/R 10-band, rear L/R 10-band,subwoofer 5-band, center 10-band), Q 0.5/1/1.5/2/2.5/3/4/5, Gain -12dB to +12dB
    • 8 channel auto/manual digital time correction (0 to 20ms, 0.05ms steps)
    • Basic functions Touch Control Ready with IVA-D511E, IVA-D800E, INA-W900E, IVA-W520E
    • MediaXpander Plus
    • X-Over: Digital HPF/LPF (Slope 0/-6/-12/-18/-24/-30/-36, Gain -24dB to 0dB)
    • RoadEQ
    • ImprintEQ
    • 6-channel RCA Input
    • 2 Ai-NET Inputs
    • 2 Optical Inputs
    • 6-channel Speaker Level Input
    • 8-channel configurable RCA Output (4 volt)
    • USB port for computer setup via included Sound Manager software (requires Windows XP/ Vista/7)
    • Includes microphone and USB cable
    • Dolby Digital
    • Dolby PRO LOGIC II
    • DTS
    • Gold-plated RCA connectors
    • Includes 5.5m Ai-NET cable
    • 32-Bit Floating-point SHARC DSP x 2
    • Wolfson 24-Bit D/A Converters x 4
    • Euphony Sound Enhancement
    • RUX-C800 required for full operation

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + nine =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.