Tips Membuat Mobil SQL Tips Membuat Mobil SQL
Bagi beberapa installer membuat mobil SQL lebih mudah dari pada membuat mobil SQ. Tapi kenyataanya tidak mudah juga untuk menjadi juara Tips Membuat Mobil SQL

Bagi beberapa installer membuat mobil SQL lebih mudah dari pada membuat mobil SQ. Tapi kenyataanya tidak mudah juga untuk menjadi juara

Amoplus Magazine – Memang tidak sulit bagi yang mahir. Tambahan kesulitan paling hanya untuk pembuatan kosmetiknya yang lebih banyak dan harus lebih menarik. Berikut kami akan paparkan beberapa tips sederhana untuk membuat mobil SQL.

Peredam
Secara sepintas seharusnya SQL yang di dengarkan di luar tidak perlu peredam. Suara mesin tidak perlu diredam, road noise yang diakibatkan ban juga tidak perlu di redam, bahkan pintu depan tidak perlu dibuat sebagai box midbass. Tapi “peredam” yang fungsinya menghilangkan vibrasi tetap diperlukan. Gunakan peredam ini di bagian-bagian yang tipis, yang ada kemungkinan untuk bergetar dan beresonansi.

Sistem Kelistrikan
Ini adalah suatu hal yang vital, seluruh sistem tidak akan berjalan dengan baik jika supply listrik terganggu. Aliran listrik dari depan, harus menggunakan kabel yang sesuai. Semakin besar semakin baik, hanya harus diperhatikan ukuran sekering (fuse) yang di gunakan. Jangan terlalu besar dan jaraknya sedekat mungkin dari sumber listrik. Kelistrik mobil yang tidak stabil dapat juga di siasati dengan penggunaan perangkat bantu seperti XCS3. Kemudian jangan dilupakan pelindung kabel. Di tempat-tempat tertentu yang ada kemungkinan kabel bersinggungan dengan kutub yang berlawanan perlu di lindungi agar tidak terjadi short circuit.

Pemilihan Perangkat
SQL berbeda dengan SQ. Jadi bukan berarti produk yang bagus untuk SQ, cocok dipakai di SQL. Produk SQL harus bisa dibunyikan dengan “volume” yang tinggi tanpa clipping, tanpa suaranya menjadi cacat. Harus bisa di dengarkan dari jarak yang jauh tanpa mengurangi kualitas suara. Suara harus tetap mempunyai clarity yang prima. Speaker-speaker yang digunakan berdaya besar dan harus mempunyai durabilitas yang tinggi. Karena itu power amplifier yang digunakan harus juga mempunyai daya keluaran yang tinggi yang bisa mengimbangi speakernya.

Pembuatan Box dan Penempatan Speaker
Kadang penempatan speaker di belakang hanya memikirkan di sisi kosmetik saja. Yang penting penempatannya bagus, enak dilihat, suara nomor dua. Untuk mengikuti kontes, tidak cukup hanya hal tersebut. Box speaker perlu dibuat yang sesuai agar speaker bisa mengeluarkan kemampuannya dengan maksimal. Misalnya midbass, jika boxnya terlampau kecil, suara yang dihasilkan tidak bisa rendah, padahal seharusnya speakernya masih bisa mengeluarkan suara demikian. Kemudian untuk penempatan, arah rambatan suara perlu juga diperhatikan dengan baik. Ada beberapa speaker yang suaranya maksimal jika di dengarkan dengan sudut-sudut tertentu dan ada pula speaker yang suaranya terlalu menyerang jika langsung di arahkan ke telinga. Kemudian perlu diperhatikan juga pantulan yang mungkin terjadi. Suara yang memantul yang istilah keren nya “standing wave” bisa mengakibatkan suara bergaung yang akhirnya merusak tatanan suara.

Setting
Secara teoritis jika speaker ditempatkan dalam box yang ideal, penempatan ideal, sumber suara dan amplifier yang sesuai, maka akan dihasilkan suara yang baik. Prinsip audio hi end secara teoritis berlaku. Tapi kondisi ideal sulit di penuhi. Masih perlu dilakukan setting seperti pengaturan ekualiser. Bahkan jika menggunakan prosesor, crossover dan time delay pun bisa diperbantukan juga untuk menyempurnakan suara yang dihasilkan. Dalam setting ini perlu diperhatikan juga bahwa sistem akan di dengar dengan suara yang kencang. Telinga manusia normal peka pada frekuensi vokal, maka pada frekuensi tersebut bisa sedikit diturunkan agar diperoleh suara yang lebih “berkesan” seimbang.

Sound Pressure Level
Pada kontes SQL diukur pula kekencangan suara. Yang sebenarnya mengukur berapa kuat suara untuk menekan sensor. Untuk ini sarana yang diperlukan kinerja subwoofer dan power amplifier yang maksimal. Sampai saat ini, pada saat pengukuran SPL masih diperkenankan untuk sedikit “merubah” sistem yang berbunyi. Karena difokuskan pada subwoofer, sistem suara lain boleh di non-aktifkan. Juga umum digunakan pre-amp yang dapat menambah penguatan sinyal sebelum diumpankan ke ampfilier. Ditambah pada pre amp ini ada pengatur frekeunsi, mana yang mau di boost bisa diatur dengan mudah.

Terakhir, diluar audio, dalam kontes SQL kerap dinilai kerapihan pemasangan, kosmetik, branding dan kadang “performance bonus”. Hal yang lain-lain ini meski tidak terlalu besar nilainya, tapi turut menyumbang angka. Di kontes yang ketat, “bonus” bisa memberikan sumbangsih untuk kemenangan.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

AMOPLUS Edisi 42
Bulan 
Desember 2018Pembelian Online Click :